Kamis, 06 Desember 2012

BATUAN SEDIMEN



Batuan yang terbentuk akibat lithifikasi dari hancuran batuan induk, maupun hasil denudasi atau hasil reaksi kimia maupun hasil kegiatan organism.

 
Lithifikasi batuan meliputi proses kompaksi autigenik dan diagenesa (proses terubahnya material-material lepas menjadi batuan yang kompak).


Secara lateral penyebaran batuan sedimen mencapai 70 % dari batuan yang ada dipermukaan akan tetapi batuan sedimen hanya 5 % dari batuan yang ada di bumi.

STRUKTUR
Struktur batuan sedimen (struktur primer) umumnya tidak banyak yang dapat diamati di laboratorium karena umumnya mempunyai skala yang cukup besar. Struktur batuan sedimen diantaranya :
1.     Struktur perlapisan
Merupakan struktur utama batuan sedimen klastik yang menunjukkan adanya bidang-bidang perlapisan sebagai hasil proses pengendapan. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya struktur perlapisan :
a.     Perbedaan warna
b.    Perbedaan ukuran butir
c.     Perubahan struktur sediment
d.     Perbedaan komposisi mineral
e.     Perbedaan kekompakan
f.     Perubahan macam batuan
2.    Cross-bedding 
3.    Graded bedding
4.    Ripple marks
5.    Mud cracks

KLASIFIKASI
Dalam klasifikasinya batuan sedimen mengacu pada proses pembentukannya, apakah termasuk dalam sediment klastik ataupun sedimen non klastik.

Klasifikasi batuan sediment klastik umumnya lebih sederhana karena penamaannya dapat didasarkan pada ukuran butirnya.
Sedangkan untuk batuan non klastik masih harus dilihat komposisinya secara menyeluruh.

Tabel 1. Skala wenthworth
Wentworth Size Scale
Boulder
>256 mm
Conglomerate
Cobble
64-256 mm
Pebble
2-64 mm
Sand
1/16-2 mm
Sandstone
Silt
1/256-1/16 mm
Siltstone
Clay
<1/256 mm
Shale
 
1.        Derajat pemilahan (sortasi)
Merupakan gambaran tingkat keseragaman dari butiran pembentuk batuan sediment. Semakin seragam kemas semakin baik.
a.     Pemilahan baik (well sorted)
b.     Pemilahan sedang (moderately sorted)
c.     Pemilahan buruk (poorly sorted)
2.        Derajat Pembundaran (Roundness)
a.     Menyudut (angular)
b.     Menyudut tanggung (sub-angular)
c.     Membulat tanggung (sub rounded)
d.     Membulat (rounded)
e.     Membulat baik (well rounded)
3.        Kemas
Menunjukkan hubungan kerapatan antara butiran penyusun dalam batuan.
a.     Kemas terbuka  : kerapatan antar butiran kecil/renggang, butiran tidak saling bersentuhan/mengambang dlm massa dasar.
b.     Kemas tertutup : kerapatan antar butiran besar/rapat



Tabel 2. Klasifikasi batuan sediment berdasarkan proses pembentukannya
Sedimentary Rock Identification Chart
TEXTURE
GRAIN SIZE
COMPOSITION
ROCK NAME
Clastic
>2 mm
rock fragments, quartz, feldspar
Conglomerate
1/16 - 2 mm
quartz, feldspar
Sandstone
<1/16 mm
quartz, clay minerals
Mudstone
>1/16 mm
feldspar, quartz
Arkose
Chemical

calcite
Limestone

silica (quartz)
Chert

gypsum
Rock Gypsum

halite
Rock Salt
Biologic

organic material, plant fragments
Bituminous Coal

calcite, shell and skeletal fragments
Coquina

calcite with some fossils
Fossiliferous Limestone


Tabel 3. Penamaan batuan klastik
Name of Rock
Fragment Type
 Coarse Fragments of Angular Gravel and Rocks
 Coarse Fragments of Rounded Gravel and Rocks
 Sand Sized Particles that are 90 % Quartz
 Arkose
 Sandstone composed of 25 % Feldspar Grains
 Shale
 Clay Particles
 Silt Particles
 Mixture of Clay and Silt
 Mixture of Shells, Coral, and Other Marine Skeletons


Tabel 4. Deskripsi Batuan Sedimen
SEDIMEN KLASTIK
SEDIMEN NONKLASTIK
1. Ciri
·         Perlapisan
·         Fosil tidak utuh
·         Fragmen butiran
·         Monomineralik
·         Fosil utuh

2. Struktur
·         Masif
·         Perlapisan
·         Laminasi (perlapisan < 1mm)
·         Crossbedding
·         Graded bedding
·         Masif
·         Fosiliferous

3. Tekstur
·         Ukuran butir
·         Sortasi
·         Roundness
·         Amorf
·         Kristalin

4. Komposisi
·         Fragmen
·         Matrik
·         Semen
·         Monomineralik

5. Contoh
·         Batupasir
·         Lanau
·         lempungPerlapisan
·         Fosil tidak utuh
 .    Fragmen butiran
·         Rijang
·         Batubara
·         Batugamping terumbu
·         Batugamping merah
·         Batugamping kristalin


BATUAN BEKU


Batuan beku
Batuan yang terbentuk akibat adanya pembekuan magma didalam bumi atau pembekuan lava di atas permukaan bumi. Kumpulan interlocking agregat mineral-mineral silikat hasil magma yang mendingin (wt. Huang, 1962)


Struktur batuan beku
Struktur batuan beku sebagian hanya dapat dilihat di lapangan seperti struktur pillow lava dan columnar joint, dan hanya sedikit yang dapat diamati pada hand speciement sample. Macam struktur batuan beku :
Masif            
Tidak menunjukkan adanya fragmen batuan lain yg tertanam dalam batuan.
 
Vesicular                     
Suatu struktur  ditandai adanya lubang- lubang dengan arah teratur. Lubang-lubang ini terbentuk akibat keluarnya gas dari dalam batuan akibat adanya proses pembekuan. 
Scoria                       
Struktur seperti vesicular tapi arah lubangnya tidak teratur.
Pillow lava
Struktur pada batuan ekstruksi, ukurannya antara 10 cm – 6 m dan jaraknya berdekatan. Struktur ini merupakan struktur khas bawah laut. Struktur ini terbentuk pada daerah mor (mid oceanic ridge) atau punggungan tengah samudra, dimana lava yang keluar akan bertemu dengan air laut. Akibat tekanan hidrostatis maka bentuknya membulat menyerupai bantal. Umumnya berasosiasi dengan sediment laut dalam seperti rijang dan batugamping merah.
Joint
Struktur yang ditandai oleh kekar-kekar yang tegak lurus arah aliran. Struktur ini dapat berkembang menjadi columnar joint.  Lava yang muncul ke permukaan keluar melalui kekar /rekahan pada batuan. Lava akan membentuk seperti tiang-tiang searah dengan arah kekar yang tegak lurus arah aliran sehingga struktur yang nampak berbentuk tabular.
Amigdaloidal
Struktur dimana lubang-lubang tempat keluarnya gas terisi oleh mineral-mineral sekunder (zeolit, karbonat, silika).
Xenolith
Struktur yang memperlihatkan adanya suatu fragmen batuan yang masuk/tertanam didalam batuan beku akibat peleburan tidak sempurna suatu batuan samping di dalam magma yang menerobos.
Autobreccia
Struktur pd lava yang memperlihatkan fragmen-fragmen dari lava itu sendiri.