Minggu, 18 Mei 2014

SAVE OUR CHILDREN

KORBAN IKLAN KOSMETIK


Hayoooo, siapa sich yang gak tahu artis Korea atau pun India yang ganteng dan cantik. Tapi tahu gak sich,... sebenarnya gak semua mereka cantik dan ganteng secara alami.  Sudah bukan rahasia umum kalau banyak artis luar neger bahkan dalam negeri yang melakukan operasi plastik dan perawatan mahal.

Biasanya banyak perempuan yang ingin cantik seperti artis di TV. Cara yang digunakan juga macam-macam mulai dari memakai make up dan perawatan yang murah meriah sampai mahalnya minta ampun, ada pula cara alami tapi khasiatnya lama atau cara instan tapi membahayakan kesehatan.  Banyak iklan kosmetik yang ada di iklan TV yang sebenarnya tidak sesuai dengan kondisi kulit dan iklim di Indonesia.
Sering kita jumpai banyak perempuan Indonesia yang ingin tampil cantik dengan cara instan yaitu memakai bedak krim malam dan krim siang yang tidak tahu darimana asalnya, bagaimana proses pembuatannya dan bahan-bahan apa saja yang digunakan.  Sudah banyak berita tentang para korban kosmetik abal-abal mulai dari yang  remaja samapai ibu rumah tangga. Biasanya wajah mengalami peradangan yaitu merah-merah agak gatal, kulit mengelupas dan infeksi. Terkadang wajah juga penuh dengan jerawat dan flek-flek.

Efek buruk itu baruk terasa setelah pemakaian lebih dari 1 tahun. Memeng pada awalnya kulit putih mulus jerawat hilang. Itu disebabkan bahan kimia membunuh bakteri jewarat namun setelah dipakai dalam jangka waktu lama jaringan kulit rusak bahkan menipis. Jika pemakaian krim dihentikan maka jerawat dan iritasi kulit akan bertambah parah.
Namun ada beberapa produk kosmetik Indonesia yang terbukti aman dari masa ke masa. Disisi lain harganya terjangkau semua kalangan sampai ekonomi bawah sekalipun. Beberapa produk kosmetik asli buatan anak bangsa Indonesia yang aman yang sudah ada sejak tahun 1970:

1.     Bedak Viva
Siapa yang gak tahu merek bedak ini,... hayoooo ngaku mulai dari Sabang sampai Merauke juga tahu bedak ini yang terkenal murah meriah. Mulai dari permbersih, pelembab, foundatin juga make up juga ada kok.  Selain aman juga bisa membasmi jerawat dengan ampuh. Cuma harus sabar aja nunggu efeknya setelah 1 tahun pemakainan baru terbukti jerawat, komedo, kulit berminyak musnahlah sudah dan pori-pori juga mengecil. Harga produck Viva bervariasi tergantung kota dan tempat membelinya. Karena saya tinggal di Kota Semarang membeli di toko swalayan atau pasar tradisional harga masih relatif murah mulai Rp 3.500,00/produck. Tapi gak tahu juga di kota lain.

2.     Sari Ayu
Yup,... yup,... dilihat dari namanya juga semua orang tahu merek kosmetik ini. Asli buatan  Indonesia sudah terbukti aman, kalau dilihat dari harga bisa ditebak ini untuk kalangan menengah ke atas. Tapi memang terbukti bisa merawat kulit dengan baik sehingga terlihat awet muda.

3.     Mustika Ratu
Produck kosmetik ini juga buatan asli Indonesia jangan tanya harga tapi khasiatnya mujarab banget. Kosmetik ini paling banyak yang menggunakan adalah ibu-ibu kalang perekonomian atas. Setelah dibandingan dengan 2 merek sebelumnya harganya untuk pembersih wajahnya aja paling mahal. Walaupun mahal khasiatnya patut diacungin jempol.
Semua perempuan tidak hanya yang muda melain yang sudah jadi ibu-ibu sekali pun ingin tampil cantik. Mau cantik seperti apa dan gimana cara kembali kepada orangnya masing-masing.  Sebenarnya wanita Indonesia gak kalah cantik dengan artis luar negeri. Karena produk yang ditawarkan selalu memakai model yang cantik gak pernah memakai yang jelek. Percayalah cewek Indonesia pada umumnya jauh lebih cantik daripada artis di TV. Lihat aja cewek Indonesia asli yang bukan artis kya cewek Bandung, Jakarta, Kalimantan, Sumatra dan Sulawesi sebenarnya gak hanya cantik tapi manis, awet muda, eksotis khas budaya ketimuran dan melayu.

Senin, 31 Maret 2014

NASIB TKI DAN TKW INDONESIA


Seringkali kita mendengar nasib buruk TKI dan TKW asal Indonesia mulai dari penyiksaan, pelecehan dan dituduh melakukan perbuatan yang tidak benar.  Sebenarnya kisah memilukan tentang TKI dan TKW tidak hanya menjadi korban perdangan manusia, bahkan ada beberapa yang menjadi korban perdangan organ dalam manusia.  Banyak organ dalam seperti mata, jantung, ginjal dan paru-paru yang diperdagangkan. Hanya kasus ini tidak terlalu diekpos oleh media, di sisi lain jika ada TKI dan TKW yang pulang dalam keadaan tidak bernyawa sudah pasti peti jenazah dilarang dibuka. Ada banyak asalan kenapa peti jenazah itu dilarang di buka.

Ini hanya sebagian kecil kisah tragis TKI dan TKW asal Indonesia karena hukum yang lemah di negara Indonesia yang berimbas pada penduduknya.  Sesungguhnya Indonesia adalah negara yang kaya akan SDA dan SDM namun tidak dikelola dengan baik. Ada banyak asalan pula kenapa Indonesia masih terpuruk karena sistem politik yang tidak kondusif.


Seperti apa pun kondisi Indonesia masih lebih baik dari pada negara timur tengah yang masih dilanda perang dan kasus pelecehan seksual terhadap wanita.  Mari kita lihat kabar saudara muslim kita di Irak, Iran, Bangladesh dan sekitarnya melalui media cetak dan elektronik. Bersyukurlah kita tinggal di Indonesia dengan budaya ketimuran dan nasionalismenya. Dukunglah negeri kita dengan akal logika dan kecerdasan bukan dengan rasialime, radikal dan anarki.

Jumat, 14 Maret 2014

KERUSAKAN MENTAL MORAL ETIKA MULTI GENERASI DI INDONESIA

Kerusakan mental moral dan etika di Indonesia semakin memprihatinkan mulai dari generasi muda yang salah pergaulan kini penegak hukum.  Saya sendiri kurang tahu apa yang sebenarnya melatarbelakangi kerusakan mental dan moral bangsa berikut ini kasus yang biasa kita lihat di TV:

1.  Pembunuhan Ade Sara A.S oleh Hafidz (mantan pacar Sara) dan Asifa (pacar baru Hafidz)
2.  Perselingkuhan 2 hakim negara.
3.  Pengeroyokan Mia Nuraini (16) oleh mantan pacar

Itu hanya salah satu contoh saja kerusakan mental, moral dan etika karena kemajuan IPTEK atau pengaruh sinetron-sinetron yang gak mutu di TV konvensional. Sungguh tragis nasib Indonesia yang akan datang.

Rabu, 26 Februari 2014

DAMPAK PERTAMBANGAN BATUBARA DI KALIMANTAN



Batubara masih menjadi produk primadona hingga ekspansi tambang terus dilakukan, termasuk pengembangan listrik batubara.  Kala banyak negara sudah mulai mengurangi penggunaan batu bara sebagai sumber energi, pemerintah Indonesia,  justru makin masif merencanakan pertambangan maupun pembangunan PLTU batubara. Padahal, penggunaan batu bara sangat merusak lingkungan dan manusia.  Lauri Myllyvirta, aktivis Greenpeace International mengatakan, penggunaan batubara menyebabkan 60 ribu orang Indonesia meninggal tiap tahun. “Ini karena polusi batubara menyebabkan kanker paru, stroke, penyakit pernafasan dan persoalan lain terkait pencemaran udara,” katanya di Jakarta, Minggu ( 23/2/14).

Lelaki yang fokus pada kajian pencemaran udara itu mengatakan, membangun puluhan pembangkit batubara dan pertambangannya mengakibatkan jutaan rakyat Indonesia merasakan dampak buruk pencemaran udara beracun. “Polusi batubara sangat berbahaya bagi manusia. Batubara mengeluarkan partikel PM 2,5 yang sangat mudah masuk ke tubuh manusia melalui udara yang dihirup. Ini menyebabkan risiko kanker lebih tinggi,” ujar Myllyvirta.

Indonesia tidak mempunyai aturan khusus menangani pencemaran udara akibat pertambangan. Begitupun standardisasi PM 2,5. Indonesia juga tidak pernah memantau bahaya polusi PLTU. “Indonesia membangun banyak PLTU juga banyak eksplorasi tambang batubara. Orang di dekat PLTU maupun lokasi tambang sangat dirugikan. Mereka akan menghirup udara dari batubara itu.”

Saat ini, beberapa negara justru berkomitmen mengurangi penggunaan batubara. China, misal,  menargetkan pengurangan penggunaan batubara mulai 2017 sebesar 30%. Mereka mulai mengembangkan sumber energi terbarukan karena pencemaran udara sangat parah pernah melanda China tahun 2008.  “Dua tahun terakhir China berusaha mengembangkan energi angin, solar panel dan berbagai sumber energi terbarukan lain. Indonesia, sangat tergantung batubara sebagai komoditas utama ekspor. Saatnya berpindah menggunakan energi terbarukan.”

Bruce Buckheit, mantan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika Serikat (EPA US), berpendapat senada. Dia mengatakan, tahun 1960-an, udara di AS begitu kotor karena banyak pembangkit listrik tenaga batubara tak menggunakan teknologi untuk mengurangi pencemaran udara seperti scrubber. Keadaan ini, mendorong pemerintah AS mengeluarkan peraturan kualitas udara bersih tahun 1970 hingga menyebabkan ratusan perusahaan batubara ditindak hukum bahkan berhenti beroperasi.  “Amerika dan Inggris pernah mengalami pencemaran udara sangat buruk akibat pembangkit listrik batubara. Hal serupa terjadi di China baru-baru ini.”

Kini Buckheit aktif dalam gerakan penegakan aturan udara bersih (clean air act). Menurut dia, PM 2,5 dalam batubara sangat berbahaya. Walaupun ada alat untuk mengurangi di udara, tapi tak menjadi jawaban. Ia juga mencemari air. “PM 2,5, merkuri dari penggunaan batubara jika mencemari air akan sangat merugikan masyarakat. Peraturan di Indonesia mengenai emisi partikel halus seperti PM 2,5 sangat lemah.”

Tambang barubara, menciptakan kerusakan lingkungan, kolam-kolam terbuka bekas galian juga membahayakan keselamatan manusia. Belum lagi, polusi udara dan air yang bisa menyebabkan beragam penyakit bagi manusia.  Sementara itu, Donna Lisenby,  Koordinator Kampanye batubara Global Waterkeeper Alliance, mengatakan, pencemaran tambang batubara terjadi mulai kegiatan penambangan, pengangkutan hingga pembangunan PLTU. “Pencemaran batubara berakibat langsung pada pencemaran air. Limbah yang ditahan tidak dibuang ke udara, akan terbuang ke tanah atau air. Ini mengakibatkan pencemaran di hulu dan hilir sungai,” katanya.

Pencemaran di tanah dan air akan berakibat buruk bagi pertanian. Lahan gambut yang berfungsi sebagai penjernih air bisa rusak. Tak pelak, ketahanan pangan bisa hancur.  Bahkan, katanya, dari 26 persen bayi lahir di sekitar tambang batubara berpotensi cacat. “Di Indonesia belum ada penelitian mengenai ini.  Bentuk ikan dan katak di sungai sudah tercemar limbah batubara juga mengalami perubahan.”  Aktivis 350.org dari Renuka Saroha,  menjabarkan kondisi di India. Menurut dia, penggunaan batubara pada pembangkit listrik di India menyebabkan persoalan sangat serius bagi lingkungan hidup.  Batubara awal dari kematian manusia, lingkungan dan kebudayaan. “Budaya rusak ketika eksplorasi tambang batubara dilakukan karena memaksa orang yang tinggal di lokasi itu pindah.”

India, mengimpor batubara dari Indonesia dalam jumlah sangat besar bukan untuk ketersediaan listrik, atau pembangunan mensejahterakan rakyat. Namun, hanya menguntungkan politisi dan pengusaha, sedang masyarakat malah rugi.  Dia mencontohkan, PLTU Tata Mudra,  yang menghasilkan listrik 4.000 megawatt. Batubara diimpor dari Indonesia dengan pengeluarkan  US$4,140 juta, dan kerugian US$112 juta per tahun. “Ini tidak memberikan keuntungan sama sekali. Sudah saatnya pemerintah mendorong penggunaan energi terbarukan,” kata Saroha.

Ki Bagus Hadi Kusuma dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) pun angkat bicara. Dia mengatakan, Indonesia harus segera menghentikan ekspor batubara. Sebab, dampak lingkungan dan sosial jauh lebih tinggi dibandingkan keuntungan.  Menurut dia, produksi 400 ton per tahun harus dikurangi secara drastis jika ingin menyelamatkan pertanian, sungai dan hutan juga kesehatan warga di sekitar tambang. “Sebanyak 44 persen dari daratan Indonesia dikapling untuk pertambangan atau migas.”

Perizinan batubara, katanya,  terbilang sangat mudah. Keadaan ini, terlihat dari statistik izin eksplorasi batubara sebanyak 40,21 persen dari keseluruhan izin tambang di Indonesia.  Batubara konsumsi dalam negeri hanya berkisar 20-25 persen. Mayoritas, 70-77 persen itu diekspor. “Jika pemerintah masih memaksakan memprioritaskan batubara sebagai ekspor, dalam 10-20 tahun mendatang perekonomian Indonesia kolaps,” ucap Bagus.  Hingga 2020,  pemerintah Indonesia menargetkan penggunaan batubara pembangkit listrik hingga 64%. Sedang energi terbarukan sangat kecil. Gas 17 persen, gheotermal 12 persen, minyak satu persen dan hydro enam persen.

Pius Ginting, Manajer Kampanye Energi dan Tambang Walhi Nasional mengatakan, rencana investasi besar-besaran rel kereta api di Kalimantan dan Sumatera,  akan bertentangan dengan target penurunan emisi pemerintah. Ia juga mengancam pencapaian target penggunaan energi terbarukan sebanyak 25 persen tahun 2025. “Pemerintah harus menghentikan PLTU batubara besar di Jawa-Sumatera.”